Hari Minggu Biasa XXVIII
Dipublikasikan tanggal 11 October 2026

Mat 22 : 1-14
Perumpamaan tentang perjamuan kawin
Perjamuan kawin : Kerajaan Allah
Beberapa tokoh dalam perumpamaan:
Raja : Allah Bapa
Orang-orang yang di undang : umat Israel
Orang-orang di jalan : bangsa-bangsa lain
Orang yang tidak berpakaian pesta: Orang yang tidak bertobat
Sekali lagi Tuhan Yesus memberikan perumpamaan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat tentang Kerajaan Allah yang mempertanyakan kuasa Tuhan Yesus.
Kerajaan Allah di umpamakan perjamuan kawin di mana perjamuan telah di siapkan, undangan telah di sebarkan, tetapi orang-orang yang di undang, yaitu umat Israel tidak mengindahkan undangan dari raja tsb, tetapi malah sibuk dengan berbagai urusan ada yang pergi ke ladang, mengurus usahanya, bahkan menangkap, menganiaya dan membunuh hambanya (Mat 22: 5-6)
Karena itu kemudian undangan perjamuan di alihkan kepada orang-orang lain, orang-orang yang di jumpai di persimpangan-persimpangan jalan, yaitu bangsa-bangsa lain untuk hadir dalam perjamuan tersebut (Mat 22: 9), ada orang-orang jahat dan orang-orang baik, tetapi di antara tamu-tamu itu raja melihat seorang yang tidak berpakaian pesta (Mat 22: 11), orang ini datang ke perjamuan dengan tidak berpakaian pantas untuk pesta perjamuan.
Apa yang di perbuat oleh orang-orang dalam perumpamaan di atas, tanpa kita sadari pernah kita lakukan :
- Kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita,
* Berlaku tidak adil kepada sesama,
- Datang kepada Tuhan tetapi hati kita masih menyimpan kebencian,
- Masih berkutat dengan manusia lama kita yang belum bertobat.
Seperti umat Israel yang pertama kali mendapat undangan dari Allah, kita satu persatu juga mendapat undangan untuk hadir dalam perjamuan Allah, siapapun kita, apapun latar belakang kita, status sosial kita, kita semua di undang untuk merayakan kasih yang Allah tawarkan.
Kita semua di pilih oleh Allah untuk menjadi anak-anak-Nya, rahmat dari Allah yang tidak boleh kita sia-siakan.
Surga terbuka bagi orang baik maupun orang jahat, bahkan saat kita tidak layak menerima kasih-Nya, tetapi Tuhan Yesus dengan kasih-Nya yang tidak terbatas mau menjadi sahabat kita, selama kita mau datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat.
Dalam Kitab Yesaya di katakan kita di undang dalam pesta dengan suatu jamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum (Yes 25: 6).
Pertanyaan refleksi :
- Sudahkah saya lebih mengutamakan Allah dalam hidup saya?
- Sudahkah saya bertobat, menyesali dosa-dosa saya?
Marilah kita datang kepada Allah dengan hati yang bersih, agar kita di terima dalam kerajaan Allah, dalam perjamuan kudus yang telah Allah persiapkan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati



