MINGGU KERAHIMAN ILAHI
Dipublikasikan tanggal 12 April 2026

HARI
MINGGU PASKAH II
Minggu Kerahiman Ilahi
- Bacaan
I : KIS 2 : 42-47
- Bacaan
II : 1Petrus 1 :3-9
- Mazmur : Mzm 118:2-4,13-15,22-24
- Bacaan
Injil : Yoh 20 : 19-31
Renungan :
Minggu Paskah II biasanya disebut juga
Minggu Kerahiman Ilahi, oleh Kerahiman-Nya kita telah diselamatkan.
Pada
bacaan pertama, kita melihat bagaimana jemaat pertama imannya berkembangmelalui pengajaran para rasul, mereka hidup
dalam ketekunan, bersatu dalam persekutuan, berdoa, memecah roti dan makan
bersama. Ini menjadi akar pertumbuhan
iman mereka.
Belajar dari jemaat pertama yang hidup dalam persekutuan, kitapun seharusnya memelihara persekutuan dengan mengubah segala keegoisan pola pikir serta kepentingan pribadi kita di dalam hidup mengereja, terutama di dalam pelayanan, agar kita dapat mempersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan.
Dalam suratnya Rasul Petrus meneguhkan jemaat awal, bahwa makna dari Paskah dan kebangkitan Kristus membawa pengharapan akan
keselamatan jiwa. Dengan harapan itulah
iman mereka diteguhkan walaupun menghadapi berbagai pencobaan, karena melalui pencobaan, iman mereka
dimurnikan.
Belajar
dari nasehat Rasul Petrus, seharusnya makna Paskah juga menguatkan iman kita, bahwa disaat kita menghadapi kesulitan dalam
kehidupan, tetap ada pengharapan di
dalam Kristus yang tidak akan membiarkan
kita.
Pada bacaan Injil kita melihat, setelah kebangkitan Yesus para rasul masih diliputi ketakutan dan cemas dengan situasi yang terjadi, mereka mengunci pintu-pintu. Yesus tidak membiarkan murid-murid mengunci pintu hati mereka dalam ketakutan, Yesus datang menyapa mereka. Tomas yang mau percaya kebangkitan Yesus kalau melihat sendiri buktinya, ia mengatakan , “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku menaruh jariku ke dalam bekas paku itu, serta menaruh tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku menaruh jariku ke dalam bekas paku itu, serta menaruh tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Yesus hadir kembali menyapa mereka dan tidak membiarkan Tomas ragu-ragu percaya akan kebangkitan-Nya. Kehadiran Yesus dan penampakan kepada para murid-Nya membawa damai sejahtera dan suka cita dan dengan hembusan Roh Kudus mengubah ketakutan para rasul menjadi bersemangat dan berani menjadi saksi Kristus, siap diutus mengabarkan kabar baik.
Makna
Paskah bagi kita yang hidup dalam penziarahan di dunia, yang masih bergumul
dengan segala persoalan dan masalah, yang senantiasa membuat takut, khawatir,
cemas, takut kehilangan kekuasaan, harta, kenyamanan, masa depan, yang semuanya
itu masih menutup pintu hati kita,
Paskah harus membuka hati dan pola pikir pada iman yang mempunyai
harapan akan Kasih Yesus yang menyapa dan mendampingi hidup kita, untuk berani
bersaksi dalam kondisi hidup kita yang sedang baik ataupun tidak baik. Jadilah murid Yesus yang mampu bersaksi
melanjutkan penulis Injil yang
hidup. Bersaksi mewartakan kabar baik
dengan pola hidup yang baik dan benar sesuai ajaran Gereja.
Dari
ketiga bacaan hari ini YANG PALING UTAMA ADALAH IMAN. Iman adalah dasar dari segala harapan
keselamatan manusia,dan bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat.
Pertanyaan
Refleksi :
Apakah
saya masih meminta tanda untuk meneguhkan iman saya ?
Apakah
saya masih selalu khawatir dan takut ?
Sudahkah
damai Sejahtera Tuhan hadir dan tinggal di dalam diri saya ?
Beranikah atau sudah siapkah saya untuk menjadi saksi mewartakan Injil ?
Doa
:
Allah
Bapa kami yang Maha Mulia, terima kasih telah menganugerahkan Putera-Mu untuk
menyelamatkan kami. Kami mohon ampun
atas segala ketakutan, keraguan, kecemasan, dan dosa yang menyelimuti diri
kami, sehingga tidak bisa membuka hati untuk mengikuti ajaran Putera-Mu dengan
sepenuh hati. Ampunilah dan berikanlah hikmat-Mu, sehingga Paskah yang kami
rayakan sungguh bisa mengubah hidup kami untuk menjadi saksi-Mu.
Allah Bapa yang penuh belas kasih, dengarkanlah doa-doa kami dan kuatkanlah kami oleh kuasa kebangkitan Putra-Mu. Pancarkanlah Roh Kudus ke dalam hati kami, agar kami dapat hidup dalam harapan yang tidak mengecewakan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
Tim Kerasulan Kitab Suci Paroki Sunter



