NEW YEAR, NEW HOPE, NEW YOU

Dipublikasikan tanggal 02 January 2023

New Year, New Hope, New You

Segala sesuatu di dunia ini ada awal dan ada akhir, ada perjumpaan dan ada perpisahan. Demikian pula dengan tahun, tak terasa tibalah kita di hari terakhir tahun 2022. Segala suka duka kehidupan telah kita lalui, untuk semuanya itu patutlah kita bersyukur kepada Allah Bapa Sang Pencipta sembari memohonkan berkatNya untuk memasuki tahun yang baru.


Cukup banyak umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi Tutup Tahun yang diadakan pada 31 Desember 2022 pk 17.00 di Gereja St Lukas Sunter. Para konselebran dalam misa tersebut adalah Pastor Justianus Bayu Aprianto OFMConv dan Pastor Maksinimus Nepsa OFMConv.  Tutup tahun 2022 ini kebetulan jatuh di Sabtu, sehingga bacaan Kitab Suci sore itu sama dengan bacaan misa Minggu 01 Januari 2023 bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah.


Pastor Bayu mengajak umat untuk mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dalam kehidupan personal maupun kehidupan keluarga kita. Saran dari Pastor Bayu, aktivitas harian itu sangat baik jika dituliskan dalam sebuah buku catatan, sehingga bisa dibaca dan dikenang kembali saat akhir tahun. Momen berkumpul bersama, berdoa bersama dan makan bersama dengan semua anggota keluarga pada akhir tahun dapat dijadikan kesempatan untuk mengungkapkan isi hati dari setiap anggota keluarga saat mengenang peristiwa-peristiwa tersebut. Setelah itu barulah dibuat komitmen baru, harapan-harapan baru, apa resolusi kita untuk tahun baru? Apa yang bisa saya lakukan lebih baik di tahun 2023?  Sehingga perayaan Tahun Baru tidak hanya sekadar perayaan hura-hura, tetapi menjadi perayaan dimana kita dapat merenungkan diri kita.


Teladan Bunda Maria yang dapat kita ikuti dalam kehidupan sehari-hari adalah:

1. Bunda Maria merenungkan segala sesuatu yang terjadi dalam hatinya dan melaksanakannya. Bunda Maria menerima rencana keselamatan dari Allah, sehingga ia bersedia untuk mengandung dan melahirkan bayi Yesus Kristus-Allah Sang Penyelamat, oleh karena itu Bunda Maria menjadi Bunda Allah sekaligus menjadi Bunda Gereja. 

Kita dapat meneladan Bunda Maria seorang yang penuh rendah hati, percaya, setia, merenungkan, mendalami dan menjalankan sabda Tuhan. Maria mengalami kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Kapan saat kita merasakan kehadiran Tuhan dalam keluarga? Setiap saat dan setiap waktu sebenarnya Tuhan hadir dan mengarahkan hatiNya kepada kita, tinggal respon hati kita bagaimana? Apakah kita ingat kepada Tuhan hanya saat kita sedang butuh saja? 

2. Belajar dari Bunda Maria yang rendah hati dengan merawat, mendidik dan membesarkan Tuhan Yesus.

Dimana peran kita untuk membantu orang-orang yang sangat membutuhkan?  anak-anak yang terlantar, orang-orang miskin. Apakah keluarga kita mempunyai program seperti itu?

Jadi menutup tahun tidak harus dengan kemeriahan pesta kembang api semata, namun dengan cara kreatif kita dapat merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan kita dan mengambil langkah perbaikan yang diperlukan untuk tahun yang baru, sehingga hidup kita semakin menjadi lebih baik dan berkat Tuhan melimpah dalam hidup kita. Selamat Tahun Baru 2023!

/ santi